PENGETAHUAN LINGKUNGAN ZAT ADITIF MAKANAN

PENGETAHUAN LINGKUNGAN

ZAT ADITIF MAKANAN

logo-ums

DI SUSUN OLEH :

Rosy Yajis                            2011 1113 001

 

 

 

 PROGRAM STUDI S1  PENDIDIKAN BIOLOGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

                    SURABAYA 2011/2012

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib, M.S, M.Kes, SpFK, mengatakan, ada beberapa bahan pengawet yang memang diperbolehkan untuk makanan dan minuman yang diperkenankan badan dunia. Hal ini ditetapkan dalam Kepmenkes (Keputusan Menteri Kesehatan). “Tentunya Menteri Kesehatan membuat suatu keputusan bukan begitu saja. Karena di dunia ada komite yang terdiri dari pakar dari WHO, FAO dan perwakilan dari 185 negara yang menetapkan bahan-bahan tambahan apa yang boleh ditambahkan dalam makanan dan minuman dalam jumlah yang telah ditentukan. Termasuk pemanis, pengawet, pengempal, dan sebagainya.”

Berikut adalah zat-zat bahan aditif yang disyaratkan oleh BPOM :

BAHAN-BAHAN PENGAWET YANG DIIZINKAN:

1. asam benzoat,

2. asam propionat,

3. asam sorbat,

4. sulfur dioksida,

5. etil p-hidroksi benzoat,

6. kalium benzoat,

7. kalium sulfit,

8. kalium bisulfit,

9. kalium nitrat,

10. kalium nitrit,

11. kalium propionat,

12. kalium sorbat,

13. kalsium propionat,

14. kalsium sorbat,

15. kalsium benzoat,

16. natrium benzoat,

17. metil-p-hidroksi benzoat,

18. natrium sulfit,

19. natrium bisulfit,

20. natirum metabisulfit,

21. natrium nitrat,

22. natrium nitrit,

23. natrium propionat,

24. nisin, dan

25. propil-p-hidroksi benzoat.

BAHAN PENGAWET YANG DIIZINKAN NAMUN KURANG AMAN

B eberapa zat pengawet berikut diindikasikan menimbulkan efek negatif jika dikonsumsi oleh individu tertentu, semisal yang alergi atau digunakan secara berlebihan.

* Kalsium Benzoat

Bahan pengawet ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri penghasil toksin (racun), bakteri spora dan bakteri bukan pembusuk. Senyawa ini dapat mempengaruhi rasa. Bahan makanan atau minuman yang diberi benzoat dapat memberikan kesan aroma fenol, yaitu seperti aroma obat cair. Asam benzoat digunakan untuk mengawetkan minuman ringan, minuman anggur, saus sari buah, sirup, dan ikan asin. Bahan ini bisa menyebabkan dampak negatif pada penderita asma dan bagi orang yang peka terhadap aspirin. Kalsium Benzoat bisa memicu terjadinya serangan asma.

* Sulfur Dioksida (SO2)

Bahan pengawet ini juga banyak ditambahkan pada sari buah, buah kering, kacang kering, sirup dan acar. Meski bermanfaat, penambahan bahan pengawet tersebut berisiko menyebabkan perlukaaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan alergi.

* Kalium nitrit

Kalium nitrit berwarna putih atau kuning dan kelarutannya tinggi dalam air. Bahan ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat. Sering digunakan pada daging yang telah dilayukan untuk mempertahankan warna merah agar tampak selalu segar, semisal daging kornet.

Jumlah nitrit yang ditambahkan biasanya 0,1% atau 1 gram/kg bahan yang diawetkan. Untuk nitrat 0,2% atau 2 gram/kg bahan. Bila lebih dari jumlah tersebut bisa menyebabkan keracunan, selain dapat mempengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, menyebabkan kesulitan bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah.

* Kalsium Propionat/Natrium Propionat

Keduanya yang termasuk dalam golongan asam propionat sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Bahan pengawet ini biasanya digunakan untuk produk roti dan tepung. Untuk bahan tepung terigu, dosis maksimum yang disarankan adalah 0,32% atau 3,2 gram/kg bahan. Sedangkan untuk makanan berbahan keju, dosis maksimumnya adalah 0,3% atau 3 gram/kg bahan. Penggunaaan melebihi angka maksimum tersebut bisa menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.

* Natrium Metasulfat

Sama dengan Kalsium dan Natrium Propionat, Natrium Metasulfat juga sering digunakan pada produk roti dan tepung. Bahan pengawet ini diduga bisa menyebabkan alergi pada kulit.

* Asam Sorbat

Beberapa produk beraroma jeruk, berbahan keju, salad, buah dan produk minuman kerap ditambahkan asam sorbat. Meskipun aman dalam konsentrasi tinggi, asam ini bisa membuat perlukaan di kulit. Batas maksimum penggunaan asam sorbat (mg/l) dalam makanan berturut-turut adalah sari buah 400; sari buah pekat 2100; squash 800; sirup 800; minuman bersoda 400.

BAHAN PENGAWET YANG TIDAK AMAN

* Natamysin

Bahan yang kerap digunakan pada produk daging dan keju ini, bisa menyebabkan mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan perlukaan kulit.

* Kalium Asetat

Makanan yang asam umumnya ditambahi bahan pengawet ini. Padahal bahan pengawet ini diduga bisa menyebabkan rusaknya fungsi ginjal.

* Butil Hidroksi Anisol (BHA)

Biasanya terdapat pada daging babi dan sosisnya, minyak sayur, shortening, keripik kentang, pizza, dan teh instan. Bahan pengawet jenis ini diduga bisa menyebabkan penyakit hati dan memicu kanker.

PERHATIKAN JUGA BAHAYA LAIN

Orang tua sebaiknya menganggap zat pewarna, zat pengawet, dan penyedap rasa saja yang membahayakan. Soalnya, tindakan yang dilakukan terhadap makanan juga bisa membahayakan. “Orang yang membakar makanan sampai gosong, misalnya, menganggap tidak ada masalah. Padahal, makanan yang gosong tersebut bisa memicu kanker,” ungkapnya.

Botol plastik minuman air dalam kemasan yang dipakai ulang secara terus-menerus juga tidaklah aman. Sebab bahan plastik botol yang terbuat polyethylene terephthalate tersebut mengandung zat-zat karsinogen yang memicu timbulnya kanker. Kebiasaan memakai ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogennya melarut dalam air minum.

Akibatnya, risiko terkena kanker pun semakin besar. Itulah sebabnya, konsumen hendaknya betul-betul mematuhi instruksi yang tertera pada botol tersebut. “Jika memang botol tersebut untuk sekali pakai, ya jangan dipakai berulang-ulang dong,” katanya.

Selain itu zat pemicu kanker juga ditemukan pada makanan-makanan dengan pengolahan yang tidak tepat. Contohnya, pemanasan dengan suhu tinggi dalam jangka waktu lama bisa menghasilkan senyawa yang disebut trans-fatty acid (TFA). “Cara menggoreng dengan menggunakan minyak goreng yang sama secara berulang kali pun,” tutur Ndung, “bisa menimbulkan radikal bebas dalam tubuh.”

Jangan abaikan pula penggunaan pemanis buatan seperti siklamat dan sakarin. Walaupun pemakaiannya diizinkan, FDA (Food and Drug Association) tetap memberikan batasan-batasan. Untuk siklamat, penggunaan maksimalnya adalah 11mg/kg berat badan/hari, sedangkan sakarin 5 mg/kg berat badan/hari. Jika dikonsumsi secara berlebihan, kedua senyawa ini bisa memicu kanker kandung kemih.

 

KANDUNGAN ZAT ADDITIF PADA KEMASAN

TABEL ZAT ADITIF PADA MAKANAN

Kandungan Zat Aditif

ID

NAMA PRODUK

JENIS MAKANAN

KANDUNGAN ZAT ADDITIVE

1

Chitato Makanan Ringan TBHQ,MSG, CaCO3, DG, DI, pewarna, NaB

2

Chitos Makanan Ringan DG, DI, CaCO3, FF, TBHQ, pewarna, NaB, MSG

3

Piattos Makanan Ringan KCl, AAS, pewarna, NaB, MSG

4

French Fries Makanan Ringan NaB, pewarna, Si, FF, AS, MSG

5

Potato Chips Makanan Ringan NB, FF, pewarna, AS, MSG

6

Potato Steak Makanan Ringan DG, DI, CaCO3, FF, TBHQ, MSG

7

Happy Tos Makanan Ringan KB, SB, pewarna, NaB, FF, MSG

8

Balls Makanan Ringan TBHQ, MSG, CaCO3, DG, DI, pewarna, NaB, Si

9

Taro Makanan Ringan NB, FF, AS, CaCO3, KB, NaB, DG, DI, MSG

10

Double Dekker Makanan Ringan TBHQ, MSG, CaCO3, DG, NaB, pewarna, AS

11

Jet Zet Makanan Ringan KB, SB, MSG, NaB, FF, TBHQ, pewarna, KCO3, NB

12

Twisko Makanan Ringan DG, DI, KCO3, FF, TBHQ, TBHQ, MSG

13

Mie Remes ABC Makanan Ringan MSG, KB, SB, NaB, FF, pewarna, NB, Aas

14

Indomie Goreng Makanan Siap Saji Fe, PK, P, pewarna, AF, MSG, KB, SB, Aas, NB

15

Selera Rakyat Makanan Siap Saji MSg, NaK, NaB, KCO3, G, pewarna, KB

16

Sedap Makanan Siap Saji Tk, AR, MSG, pewarna, NB, NaB, KB, CaB

17

ABC Makanan Siap Saji MSG, NB, KB, CaB, TBHQ, Fe, PK, AF

18

Sarimie Makanan Siap Saji MSG, NB, MNG, MH, pewarna, AF, Fe

19

Gaga Makanan Siap Saji TF, MSG, NB, MNG, P, PK

20

Mi Duo Makanan Siap Saji MSG, Ng, NB, MNG, AF, AR

21

Salam Mie Makanan Siap Saji NaK, KCO3, Po, G, pewarna, Fe, Af, MSG

22

POP Mie Makanan Siap Saji P, PK, Ng, MSG, AF, NB, MNG, Po

23

CUP Noodles Makanan Siap Saji pewarna, PK, F, Hp, Ps

24

Mie Gelas Makanan Siap Saji P, TBHQ, PK, MSG, MNG, NB

25

Mie Soun Makanan Siap Saji MSG,MNG, P, NB, PK, AF

26

Al-Ham Mie Makanan Siap Saji MSG,MNG, P, NB, PK, AF, TF

27

Sambal Asam Manis Kokita Bumbu dalam Botol Al, Ast, AS,MSG,Sk,AB,Ph

28

Sambal Terasi Kokita Bumbu dalam Botol SB,MSG,Sk,AB,Bt

29

Sambal Bajak Kokita Bumbu dalam Botol SB,NB,MSG,Sk,Bt

30

Sambal Kecap Kokita Bumbu dalam Botol Pt,SB,MSG,Sk

31

Sambal Tauco Kokita Bumbu dalam Botol SB,Bd,MSG,Sk,Krt, NB

32

Sambal Balado Kokita Bumbu dalam Botol NB,Ast,SB,MSG,pewarna

33

Sambal Bangkok Kokita Bumbu dalam Botol Aa,Ca,La,SB,MSG,pewarna,NB

34

Sambal Indofood Bumbu dalam Botol Tkl,MSG,SB,pewarna,NB

35

Sambal Sasa Bumbu dalam Botol MSG,pewarna,P,Ast,NB,SB

36

Saus Tomat Lombok Bumbu dalam Botol NB,pewarna,MSG,Sk,AS,P,KB,Bd

37

Saus Raja Rasa Bumbu dalam Botol MSG,NB,Ca,Sk,pewarna

38

Saus Tiram Bumbu dalam Botol pewarna,MSG,Sk,Ca,NB,Ks

39

Kecap Sate Bumbu dalam Botol Sk,pewarna,NB,P

40

Kecap Indofood Bumbu dalam Botol KB,CaB,NB,Sk,pewarna,P,MSG

41

Kecap Cap Dorang Bumbu dalam Botol Sk,pewarna,P,NB,MSG

42

Kecap Bango Bumbu dalam Botol KB,CaB,NB,MSG,P

43

Kecap Piring Lombok Bumbu dalam Botol NB,MSG,P,Sk

44

Kecap ABC Bumbu dalam Botol MSG,P,Sk,NB

45

Saus Inggris Bumbu dalam Botol Vn,Gr,Sa,NB,MSG,P,Sk

46

Santan Kara Bumbu Pelengkap dalam Kemasan Plastik MSG,Sk,P,NB,TBHQ

47

Cip Corned Beef Makanan Kaleng Nn,Po,N,Bd,Pn,Dg,MSG,Sc,Dim,Sn

48

Cip Soppini Makanan Kaleng TBHQ,Sn,Po,MSG,Bd,Pt,NB

49

Corned ABC Makanan Kaleng MNG,Nn,Bd,Pn,Sn

50

Sosis Champ Makanan dalam Kemasan Plastik Bd,Nn,TBHQ,Po,Pt

51

Sosis Farm House Makanan dalam Kemasan Plastik TBHQ,Sn,Po,MSG,Bd,Pt,NB

52

Sosis Vida Makanan dalam Kemasan Plastik NB,TBHQ,Po,Sn,Bd

53

Sosis Bernardi Makanan dalam Kemasan Plastik NB,Bd,Po,Pt

54

Bakso Vida Makanan dalam Kemasan Plastik NB,MSG,Po,TBHQ,B

55

Bakso Bernardi Makanan dalam Kemasan Plastik TBHQ,B,MSG,Po,Sn,NB

56

Qeju-Qeju Makanan Pelengkap dalam Kemasan Kertas KB,CaB,NB,N,Nn,Re,Pt,SB,An

57

Kraft Singles Makanan Pelengkap dalam Kemasan Kertas KB,NB,Kn,Nn,Re,Pt,SB,An,G

58

Blue Band Makanan Pelengkap dalam Kemasan Plastik Krt,Ks,Ss,NB,CaB,KB

59

Palm Boom Makanan Pelengkap dalam Kemasan Plastik NB,CaB,KB,Kst

60

Simas Margarin Makanan Pelengkap dalam Kemasan Plastik Krt,KB,NB,CaB,Ss,Ks

61

Chox Permen Ga,F,Sl,pewarna,Sk,P

62

Golia Permen Sg,Gl,M,Al,El,Pp,pewarna

63

Fruitella Permen AS,Ga,Gs,A,pewarna

64

Trebor Permen Am,AS,Ml,Em,pewarna

65

Big Babol Permen Gb,Gl,Sr,AS,pewarna

66

Gulas Permen pewarna,At,AS

67

Travella Permen Hm,M,CA,pewarna

68

Relaxa Permen pewarna,M,Hm

69

Station Rasa Permen AS,A,pewarna

70

Tango Permen CA,A,pewarna

71

Manise Permen AS,A,pewarna,Sk,P,Sl

72

Tamarin Permen At,AS,Sk

73

Plonk Permen Sg,Gl,M,Al,Pp

74

Kopiko Permen Ga,F,Sl,pewarna,Sk,P

75

Hexos Permen Gl,M,Al,El,Pp

76

Sugus Permen AS,Ga,Gs,F,pewarna

77

Collins Permen P,F,AS,Am,Gl

78

Boom Permen M,CA,AS,Hm,Gl

79

Pindy Mint Permen M,Hm,F,AS,pewarna

80

Hulabaloo Biskuit Ab,R,Pn,Sn,NB

81

Tops Biskuit Sl,Ab,NB

82

Gery Biskuit S,Pn.Sn,NB

83

Nyam-nyam Biskuit Ab,Em,NB,Ft

84

Twister Biskuit Ab,D,NB,Ft

85

Bricko Biskuit D,SB,NB,Sl,Ab

86

Selamat Biskuit V,Sl,Ab

87

Good Time Biskuit Ab,NB,V,Sl

88

Micmac Biskuit Ab,F,pewarna,NB,SB

89

Trenz Biskuit Ab,pewarna,V,Sl,MSG

90

Dueto Biskuit Ab,NB,SB

91

Snips Snaps Biskuit Ab,Sl,S,Pp,SB,NB

92

Trakinas Biskuit Ab,NB,pewarna,F,Sl

93

Oops Biskuit pewarna,Hp,NB,MSG

94

Oreo Biskuit Ab,NaB,NB

95

Ritz Biskuit Am,Pr,MNG,Kf

96

Tropicool Jelly NB,AS,Kr,Pc,pewarna

97

Okky Jelly I,Ks,Pe,pewarna

98

Inaco Jelly NB,AS,I,Pc,pewarna

99

Mariza Selai AS,Ks,pewarna

100

Welco Selai AS,pewarna,NB,Ks,P

101

Harry Selai pewarna,NB,AS,Ks,Pt

102

Pido Selai NB,AS,Ks,P,pewarna

103

Iduna Selai NB,Ks,AS,P,pewarna,Pt,I

104

Fresh Pemanis dalam botol NB,P,pewarna,CaB,KB,Bd,P,Pe

105

Marjan Pemanis dalam botol pewarna,NB,KB,Pe

106

Abc Pemanis dalam botol pewarna,Pe,P,Cab,Nb

107

Coffe Mocca Pemanis dalam botol Pe,NB,KB,P,pewarna

108

Leo Pemanis dalam botol P,Pe,pewarna,CaB,NB

109

Pocarri Sweat Minuman dalam kaleng AS,Ns,NaCl,CaCl,Kal,Mg,Prs

110

Fanta Minuman dalam kaleng Mg,Prs,pewarna,KB,CaB,NB,Bd

111

Green Sand Minuman dalam kaleng Prs,CaB,KB,Bd,Mg

112

Sprite Minuman dalam kaleng Prs,Mg,AS,Kal,NB

113

Coca-cola Minuman dalam kaleng KB,NB,Mg,Kal,AS

114

Diet Coke Minuman dalam kaleng AS,NB,Mg,Kal

115

Pepsi Minuman dalam kaleng AS,NB,Mg,Kal,Prs

116

Calpico Water Minuman dalam kaleng AS,Ns,NaCl,Kal,Mg,Prs

117

Sunkist Minuman dalam kaleng pewarna,Prs,NB,Kal

118

Fruit Tea Minuman dalam kaleng Ps,TBHQ,Prs,F,pewarna,NB

119

Ribena Minuman dalam kaleng Ps,Prs,pewarna,NB,AS

120

Go-go Mnuman dalam kaleng Prs,pewarna,NB,AS

 

 

FOOD INFECTION

          Infeksi makanan terjadi karena memakan makanan yang mengandung organisme hidup yang mampu sembuh atau bersporulasi dalam usus, yang menimbulkan penyakit. Organisme yang menimbulkan infeksi makanan meliputi C. perfringens, vibrio parahaemolyticus dan sejumlah jenis salmonella yang berlainan.

Salmonella
Tipe lain keracunan makanan disebabkan oleh anggota marga salmonella. Tipe peracunan makanan ini lebih tepat disebut infeksi makanan, karena organsime yang hidup itu harus fitelan. Jenis-jenis salmonella adalah batang anaerob fakultatif gram negatif yang kecil yang dalam hal metabolisme dan morfologi sama dengan organ esachericha dan enterobacter. Akan tetapi, tidak seperti organisme saluran pencernaan, yang kita anggap sabagai flora normal saluran usus, salmonella selalu dianggap sebagai patogen potensial, bahkan bila berada pada orang yang kelihatannya                sehat.
Reservoir utama bagi salmonella adalah saluran pencernaan banyak hewan, meliputi burung, hewan ternak, reptilia dan manusia. Orang menjadi terinfeksi karena kemasukan makanan atau minuman yang terkontaminasi. Sudah barang tentu air menjadi tercemar karena masuknya kotoran dari hewan apa saja yangmengeksresi salmonella. Infeksi melalui makanan terjadi karena masuknya daging yang terkontaminasi atau melalui tangan sebagai perantara dalam pemindahan    salmonella     dari   sumber     yang    terinfeksi.
Atas dasar perbedaan serologi dalam dinding sel lipopolisakarida, terdapat ratusan serotipe salmonella yang berlainan, pada mulanya salmonella diberi nama jenis yang mempertelakan penyakit yang ditimbulkannya. Diantara jenis-jenis salmonella yang palingmenyebabkan infeksi makanan adalah S typhimurium, S. Newport, dan S. Enteritidis. Akan tetapi jenis mana saja dari ratusan jenis salmonella mungkin menyebabkan gastroenteritis pada manusia.

FOOD INTOXICATION

peracunan makanan tidak disebabkan oleh menelan organisme hidup melainkan dengan kemasukan toksin atau substansi beracun yang di sekresi ke dalam makanan. Dalam hal yang terakhir, organisme ini mungkin mati setelah pembentukan toksin dalam makanan, tetapi apabila toksin itu sendiri tidak dimusnahkan,peracunan makanan yang hebat dapat terjadi dari memakan makanan itu. Organisme yang menyebabkan peracunan makanan mencakup S. aureus, C. botulinum, dan B. cereus.

Staphylococcus
Peracunan makanan stafilokokus sebegitu jauh adalah bentuk yang paling umum. Peracunan ini disebabkan oleh kokus gram pusitif kecil, stafilokokus yang sama bertanggung jawab atas banyaknya masalah infeksi di rumah sakit. Organisme itu mudah tumbuh pada media hara biasa dan walaupun banyak galur memerklukan beberapa asam amino dan satu vitamin B atau lebih, galur-galur ini tidak dapat dipandang sebagai bakteri yang sukar dipelihara. Pada preparat yang diwarnai sel-selnya tampak sebagai kelompok kokus yang tidak beraturan. Ketidakteraturan ini segera memberikan namanya, yang berasal dari kata Yunani yang berarti ‘untaian buah anggur’.
Diketahui bahwa hanya sedikit orang yang membawa stafilokokus biasanya tanpa tanda penyakit. Hidung kiranya merupakan bagian tubuh tempat organisme itu hidup dan berkembang, tetapi orang-orang yang menjadi pembawa juga membawa organisme ini pada pakaian, tangan dan bagian lain tubuhnya dan juga pada bisul atau infeksi kulit. Jadi, karena lebih dari 50 persen orang dewasa membawa stafilokokus dalam hidungnya dan pada tubuhnya, dapat dianggap bahwa makanan yang di tangani secara langsung mungkin menjadi terkontaminasi dengan stafilokokus.
Stafilokokus tumbuh secara optimal pada suhu tubuh, 37oC, tetapi organisme ini akan tumbuh pula, walau lebih lambat, pada suhu dibawah 10oC. Sementara stafilokokus tumbuh, galur yang menyebabkan peracunan makanan melepaskan toksin (racun) kedalam makanan, toksin inilah yang menyebabkan timbulnya peracunan makanan. Toksin ini diberi nama umum enterotoksin karena reaksi yang hebat yang terjadi di saluran pencernaan. Satu sifat enterotoksin stafilokokus yang sangat penting ialah stabilitasnya terhadap panas. Sekali enterotoksin terbentuk, tidak mungkin dihancurkan bahkan bila makanan itu panaskan dengan menandai untuk mematikan stafilokokus yang berdaya hidup.

 

                 يَاأَيُّهاَ النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي اْلأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّبًا

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi”

FOOD INFECTION

          Infeksi makanan terjadi karena memakan makanan yang mengandung organisme hidup yang mampu sembuh atau bersporulasi dalam usus, yang menimbulkan penyakit. Organisme yang menimbulkan infeksi makanan meliputi C. perfringens, vibrio parahaemolyticus dan sejumlah jenis salmonella yang berlainan.

Vibrio parahaemolyticus
Kerang-kerangan (kerang, tiram dan kupang) mungkin merupakan sumber infeksi saluran pencernaan jika dimakan mentah atau sedikit masak. Ledakan tifus dan hepatitis A ditelusuri ke arah kerang yang diperoleh dari air yang tercemar limbah. Satu organisme, V. Parahaemolyticus,kini diketahui menyebabkan ribuan kasus gastroenteritis setiap tahun. Organisme ini tumbuh paling baik pada medium yang mengandung 4 persen NaCl dan telah diisolasi diseluruh dunia dari air pantai laut tempat ditemukannya dalam dan pada plankton yang timbuh didaerah ini. Dan akibatnya menjadi sumber infeksi makanan V. Parahaemolyticus. Makanan lain yang dituduh sebagai sumber organisme ini meliputi : tengiri, cumi-cumi, dan kepiting, dan paling sedikit 30 jenis ikan laut lainnya.

FOOD INTOXICATION

peracunan makanan tidak disebabkan oleh menelan organisme hidup melainkan dengan kemasukan toksin atau substansi beracun yang di sekresi ke dalam makanan. Dalam hal yang terakhir, organisme ini mungkin mati setelah pembentukan toksin dalam makanan, tetapi apabila toksin itu sendiri tidak dimusnahkan,peracunan makanan yang hebat dapat terjadi dari memakan makanan itu. Organisme yang menyebabkan peracunan makanan mencakup S. aureus, C. botulinum, dan B. cereus.

Clostridium botulinum
C. botulinum, batang gram positif yang besar dalam suku bacillaceae, adalah jasad etiologi peracunan makanan yang sangat fatal yang biasanya terjadi setelah menelan eksotoksin yang terbentuk sebelumnya yang dihasilkan oleh organisme ini sewaktu tumbuh dalam makanan.
Epidemiologi botulisme C. Botulinum tersebar dalam tanah pada dasar danau dan pada vegetasi yang membusuk, begitu banyak makanan, sayuran dan daging, terkontaminasi dengan bakteri ini.
Endespora C. Botulinum sangat resisten terhadap panas dan terhadap suhu air mendidih selama beberapa jam. Jadi, botulisme pada manusia biasanya terjadi dalam makanan yang kurang memadai disterilkannya dan ditempatkan dalam lingkungan anaerob yang disini spora yang bertahan hidup dapat bersemi dan memproduksi toksin.
Patogenesis botulisme toksin yang dihasilkan C. Botulinum adalah di antara senyawa-senyawa toksik yang paling dikenal. Telah diperkirakan bahwa 1ml cairan biakan sudah cukup untuk mematikan 2 juta mencit dan dosis letal manusia mungkin berkisar sekitar 1 μg toksin.
Pencegahan dan pengendalian botuolisme, siapa saja yang dicurigai menderita botulisme harus di beri antitoksin terhadap toksin tipe A B, dan E. Anti serum tidak dapat menetralkan toksin yang sudah pasti tetapi dapat bereaksi dengan toksin sisa yang bebas. Yang lainnya yang mungkin sudah makan makanan yang sama juga di beri anti toksin. Tidak seperti endospora organisme ini, toksin botulisme sangat labil terhadap suhu. Jadi sayuran kalengan rumahan harus dimasak selama 15 menit sebelum duhidangkan. Perlakuan semacam itu akan mengaktivasi toksin yang mungkin ada.
Botulisme luka. Botulisme luka adalah manifestasi dari keracunan ini yang jarang, keracunan ini terjadi apabila spora C. Botulinum (yang terdapat dalam tanah) dapa bersemi dan tumbuh pada luka yang terinfeksi. Toksin diproduksi, yang mengakibatkan gejala botulisme yang khas.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s