Proposal: Analisis kandungan vitamin A pada varietas ubi jalar berwarna merah, kuning dan putih

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang

Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis sehingga membuat beranekaragam tanaman dapat tumbuh dengan subur di Indonesia. Salah satu tanaman umbi-umbian yang hampir bisa ditemui di seluruh wilayah Indonesia yaitu ubi jalar. Ubi jalar dapat hidup pada lahan kering maupun basah dan dapat dijumpai mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi (Rauf dan Lestari, 2009). Ubi jalar yang termasuk dalam famili Convolvulaceae merupakan tanaman sepanjang tahun (Prihatman, 2000).

Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, spesies ubi jalar yang banyak dijumpai di Kota Surabaya adalah Ipomea batatas. Talas ini terdiri atas banyak varietas yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Varietas suatu spesies ubi dapat dibedakan berdasarkan morfologinya. Varietas Ipomea batatas yang ada di beberapa wilayah Indonesia ditinjau dari parameter warna daging umbinya yaitu putih,krem, kuning, orange, merah muda, ungu dan merah  dan berdasarkan hasil tinjauan lapangan varietas yang terdapat di Kota Surabaya yaitu putih, orange dan ungu.

Ipomea batatas mengandung komponen makronutrien dan mikronutrien. Komponen mikronutrien yang terkandung dalam ubi jalar yaitu vitamin A (β-karoten). Kandungan vitamin A dalam 100 gram ubi jalar (Ipomea batatas) yaitu 2 % (Food and Nutrition Service, 2012). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa makanan yang mengandung antioksidan (β-karoten) dapat mencegah penyakit diabetes mellitus (Arifin, dkk., 2007 dan Widowati, 2008), dan asupan makanan yang mengandung β-karoten dapat mencegah penyakit rabun senja, berbagai penyakit kanker (Englberger, dkk., 2008), terutama kanker paru-paru (Mayne, 1996).

Karotenoid merupakan pigmen alami tumbuhan yang menghasilkan warna merah, kuning, orange, dan hijau tua pada buah dan sayuran. Warna-warna terlihat pada buah dan sayuran disebabkan oleh adanya ikatan rangkap dua terkonjugasi dari karotenoid yang menyerap cahaya (Hock-Eng, dkk., 2011). Semakin banyak ikatan ganda terkonjugasi, maka makin pekat warna pada karotenoid tersebut yang mengarah ke warna merah (Heriyanto, 2009).

Buah dan sayuran yang berwarna orange memiliki kandungan β-karoten yang tinggi (Hock-Eng, dkk., 2011). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Englberger, dkk. (2003 dan 2008) menunjukkan bahwa ada hubungan antara warna ubi  dan kandungan karotenoid. Englberger, dkk menyatakan varietas talas yang berwarna orange memiliki kandungan β-karoten lebih tinggi daripada yang berwarna kuning, krem ataupun putih.

Berdasarkan pertimbangan di atas, melatarbelakangi kelompok kami untuk mengadakan suatu penelitian untuk menguji kembali secara kualitatif kandungan vitamin A pada varietas ubi jalar yaitu ubi ungu, kuning dan putih.

  1. B.     Rumusan Masalah

Adapun yang menjadi rumusan masalah pada peneltian kualitatif ini yaitu :

“ Adakah kandungan vitamin A pada varietas ubi jalar berwarna merah, kuning dan putih ?”

  1. C.    Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini untuk mengetahui kandungan vitamin A pada varietas ubi jalar berwarna merah, kuning dan putih.

  1. D.    Manfaat

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain :

  1. Bagi Institusi

Memberikan masukan dalam upaya mengembangkan penelitian kualitatif di bidang Sains dan Teknologi.

  1. Bagi Mahasiswa

Menambah wawasan bagi mahasiswa terhadap kendala dan keuntungan pengujian kualitatif.

  1. Bagi Masyarakat

Mengenalkan kepada masyarakat  vitamin A yang terdapat pada ubi jalar dan memberikan masukan untuk mengkonsumsi ubi jalar sebagai makanan pokok sehari – hari.

ubi-jalar

ubi jalar juning (oranye)

5837_manfaat_ubi_jalar

ubi jalar ungu

250px-Ipomoea_batatasL_ja01

Ubi Jalar

  slamet_tepung1

BAB II

KAJIAN TEORI

  1. A.    Ubi Jalar

Tanaman ubi jalar diduga berasal dari daerah tropius Amerika Tengah, tetapi ada yang mengatakan dari polinesia. Penebaran tanaman ini banyak dilakukan oleh bangsa portugis dan Spanyol pada abad ke-16, antara lain ke filipina, Indonesia, Jepang dan Malaysia. Sekarang tanaman tersebut tumbuh disekitar katulistiwa hingga 400LU dan 320 LS, dan tumbuh diketinggian 1 – 2200 m diatas permukaan laut (Edmond and Ammerman, 1971).

Tanaman ubi jalar mempunyai umbi akar yang merupakan simpanan energi bagi tumbuhan tersebut. Bentuk daunnya sangat bervariasi dari bentuk lonjong sampai bentuk seperti jari dengan lekukan tepi yang banyak dan dalam. Ubi jalar dapat berwarna putih, orange sampai merah, bahkan ada yang berwarna kebiruan, violet atau berbintik-bintik biru. Ubi yang berwarna kuning, orange sampai merah banyak mengandung karatenoid yang merupakan prekursor vitamin A (Sediaoetoma, 1993).

Secara fisik kulit ubi jalar lebih tipis dibandingkan kulit ubi kayu dan merupakan umbi dari bagian tanaman. Warna kulit ubi jalar bervariasi dan tidak selalu sama dengan warna umbi. Warna daging umbinya bermacam-macam, dapat berwarna putih, kuning, jingga kemerahan atau keabuan. Demikian pula bentuk umbinya sering kali tidak seragam (Syarief dan Irawati, 1986).

Berdasarkan warna umbinya ubi jalar terdiri dari ubi jalar putih, ubi jalar kuning, ubi jalar orange, ubi jalar jingga dan ubi jalar ungu. Warna daging berhubungan dengan beta karoten yang terkandung didalamnya (Adrianto dan Indarrto, 2004)

Tanaman ubi jalar diduga berasal dari daerah tropius Amerika Tengah, tetapi ada yang mengatakan dari polinesia. Penebaran tanaman ini banyak dilakukan oleh bangsa portugis dan Spanyol pada abad ke-16, antara lain ke filipina, Indonesia, Jepang dan Malaysia. Sekarang tanaman tersebut tumbuh disekitar katulistiwa hingga 400LU dan 320 LS, dan tumbuh diketinggian 1 – 2200 m diatas permukaan laut (Edmond and Ammerman, 1971).

Tanaman ubi jalar mempunyai umbi akar yang merupakan simpanan energi bagi tumbuhan tersebut. Bentuk daunnya sangat bervariasi dari bentuk lonjong sampai bentuk seperti jari dengan lekukan tepi yang banyak dan dalam. Ubi jalar dapat berwarna putih, orange sampai merah, bahkan ada yang berwarna kebiruan, violet atau berbintik-bintik biru. Ubi yang berwarna kuning, orange sampai merah banyak mengandung karatenoid yang merupakan prekursor vitamin A (Sediaoetoma, 1993).

Secara fisik kulit ubi jalar lebih tipis dibandingkan kulit ubi kayu dan merupakan umbi dari bagian tanaman. Warna kulit ubi jalar bervariasi dan tidak selalu sama dengan warna umbi. Warna daging umbinya bermacam-macam, dapat berwarna putih, kuning, jingga kemerahan atau keabuan. Demikian pula bentuk umbinya sering kali tidak seragam (Syarief dan Irawati, 1986).

Berdasarkan warna umbinya ubi jalar terdiri dari ubi jalar putih, ubi jalar kuning, ubi jalar orange, ubi jalar jingga dan ubi jalar ungu. Warna daging berhubungan dengan beta karoten yang terkandung didalamnya (Adrianto dan Indarrto, 2004)

Menurut Juanda dan Cahyono (2004), ubi jlar dibedakan menjadi beberapa golongan sebagai berikut.

1. Ubi jalar putih, yakni jenis ubi jalar yang memilki daging umbi berwarna putih.

2. Ubi jalar kuning, yakni jenis ubi jalar yang memiliki daging umbi berwarna kuning, kuning muda atau putih kekuning-kuningan

3. Ubi jalar orange, yakni jenis ubi jalar yang memiliki daging umbi berwarna orange.

4. Ubi jalar jingga, yakni jenis ubi jalar yang memilki daging umbi berwarna jingga jingga muda.

5. Ubi jalar ungu, yakni jenis ubi jalar yang memilki daging umbi berwarna ungu hingga ungu muda.

  1. Komposisi Kimia Ubi Jalar

Soenarjo (1984) mengatakan bahwa nilai gizi ubi jalar secara kualitatif selalu dipengaruhi oleh varietas, lokasi dan musim tanam. Pada musim kemarau dari varietas yang sama akan menghasilkan tepung yang relatif tinggi dari pada musim penghujan, demikian juga ubi jalar yang berdaging merah muda umumya mempunyai kadar karoten lebih tinggi daripada yang berwarna putih, Komposisi kimia ubi jalar dibanding dengan ubi kayu dan beras giling dapat dilihat pada Tabel

 

 

  1. C.    Manfaat Ubi Jalar

Ubi jalar sangat kaya akan antioksidan. Semakin pekat warnanya, semakin banyak kandungan antioksidannya. Uji jalar mempunyai beragam warna, ada yang berwarna ungu, ,merah, kuning pucat atau putih. Warna tergantung pada jenisnya, jenis tanah, iklim serta mineral. Dibanding ubi jalar putih,tekstur ubi jalar merah memang lebih berair dan lebih lembut. Rasanya tidak semanis yang putih padahal kadar gulanya tidak berbeda. Ubi jalar putih mengandung 260 mkg (869 SI) betakaroten per 100 gram, ubi merah yang berwarna kuning emas tersimpan 2900 mkg (9675 SI) betakaroten, ubi merah yang berwarna jingga 9900 mkg (32967 SI). Makin pekat warna jingganya. makin tinggi kadar betakarotennya yang merupakan bahan pembentuk vitamin A dalam tubuh.

Secangkir ubi jalar merah kukus yang telah dilumatkan menyimpan 50000 SI betakaroten, setara dengan kandungan betakaroten dalam 23 cangkir brokoli, yang menggembirakan perebusan hanya merusak 10% kadar betakaroten, sedangkan penggorengan atau pemanggangan dalam oven hanya 20%. Namun penjemuran menghilangkan hampir separuh kandungan betakaroten, sekitar 40%. Menyantap seporsi ubi jalar merah kukus /rebus sudah memenuhi anjuran kecukupan vitamin A 2100 – 3600 mkg sehari.

Kandungan kimia pada ubi jalar adalah protein, lemak, karbohidrat, kalori, serat, abu, kalsium, fosfor, zat besi, karoten, vitamin B1, B2, C, dan asam nikotinat. Makan 1 buah sedang ubi jalar merah mentah sudah memenuhi 42 % anjuran kecukupan vitamin C sehari. Dibanding dengan havermut (oatmeal), ubi jalar merah lebih kaya serat, khususnya oligosakarida. Menyantap ubi jalar merah 2 – 3 kali seminggu membantu kecukupan serat. Apabila dimakan bersama kulitnya menyumbang serat lebih banyak lagi.

Berikut beberapa manfaat dari ubi jalar :

  1. Kekebalan tubuh : Ubi jalar sangat kaya akan beta karoten, antioksidan utama, serta berbagai nutrisi lain seperti vitamin C, vitamin B kompleks, besi dan juga fosfor. Hal ini membuat ubi jalar sebagai penguat imun yang hebat.
  2. Peradangan : Walaupun tidak termasuk dalam keluarga kentang-kentangan biasa, ubi jalar juga mengandung anti peradangan. Didukung dengan adanya beta karoten, vitamin C dan magnesium, maka ubi jalar sangat efektif dalam menyembuhkan peradangan baik internal maupun eksternal.
  3. Asma : Ubi jalar juga efektif dalam mengatasi hidung mampat, bronchitis dan  paru-paru. Dengan begitu akan meredakan asma. Hal ini disebabkan oleh aroma khas yang dimiliki ubi jalar.
  4. Bronchitis : Kandungan vitamin C, besi serta nutrisi lainnya membantu menyembuhkan bronchitis. Ubi jalar juga dipercaya bisa menghangatkan tubuh (mungkin karena rasa manis serta nutrisi lainnya). Kandungan ini juga berfungsi untuk menyembuhakn bronchitis, terlepas dari kandungan lain yang bisa meredakan kemampatan.
  5. Arthritis : Beta karoten, magnesium, seng dan vitamin B kompleks membuat ubi jalar sebagai pilihan yang tepat untuk mengatasi arthritis. Air rebusan ubi jalar bisa dioleskan pada persendian untuk meredakan sakit akibat arthritis.
  6. Pencernaan : Selain rasanya yang enak, kandungan serat dalam ubi jalar juga lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kentang pada umumnya. Kalau kedua faktor ini disatukan dengan mineral-mineral lainnya seperti magnesium yang dikandung ubi jalar, maka makanan satu ini merupakan pilihan yang tepat untuk membantu pencernaan. Selain itu, ubi jalar juga mudah untuk dicerna serta baik untuk lambung dan usus halus.
  7. Kanker : Kandungan beta karoten, antioksidan dan anti karsinogen utama, yang merupakan penyebab warna pada kulit ubi jalar serta vitamin C, sangat penting untuk menyembuhkan berbagai jenis kanker. Terutama kanker kolon, usus halus, prostat, ginjal dan kanker pada organ dalam lainnya.
  8. Keseimbangan air : Serat dalam ubi jalar akan membantu menahan air. Hal ini akan mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh.
  9. Radang lambung : Ubi jalar menimbulkan efek nyaman di lambung dan usus halus. Vitamin B kompleks dan vitamin C, beta karoten, kalium dan kalsium sangat efektif meredakan radang lambung. Selain itu, serat yang dikandung ubi jalar bisa mencegah terjadinya konstipasi dan penimbunan asam, karena itu akan menurunkan kemungkinan terjadinya radang lambung. Anti peradangan dan kandungan yang menenangkan dari ubi jalar juga bisa mengurangi rasa sakit dan peradangan lambung.
  10. Diabetes : Pengidap diabetes seringkali dihimbau untuk menghindari makanan yang manis. Hal ini tidak berlaku pada ubi jalar. Makanan satu ini sangat efektif dalam meregulasi kadar gula darah dengan membantu sekresi dan fungsi insulin. Tetapi, tidak berarti kalau pengidap diabetes bisa makan ubi jalar tanpa aturan. Tetapi, mereka bisa mengganti asupan nasi atau karbohidrat mereka dengan ubi jalar.
  11. Untuk menambah berat badan : Hal ini sangat mudah dipahami. Ubi jalar berasa manis serta mengandung karbohidrat kompleks disertai vitamin dan mineral yang mudah dicerna. Karena itu, ubi jalar merupakan sumber energi dan efektif untuk membangun otot-otot. Bagi Anda yang tidak percaya diri karena tulang-tulang menonjol ke permukaan kulit, cobalah mengkonsumsi makanan super ini. Cara ini tidak menghasilkan efek samping apapun sehingga lebih aman daripada mengkonsumsi suplemen pembangun otot.
  12. Keuntungan lain : ubi jalar juga efektif menghentikan ketergantungan pada rokok, minuman serta narkotika tertentu. Selain itu, juga sangat baik bagi kesehatan pembuluh darah vena dan arteri. Konsentrasi beta karoten yang tinggi serta fosfor sangat baik bagi kesehatan mata dan kardiovaskular.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s